Jumat, 24 Mei 2013

Pelaku Upaya Gagalkan Adzan Pertama dan Perebut Tongkat Khotib Jum’at Diperiksa

SUKA MAKMUE - Aparat kepolisian di Nagan Raya mulai memeriksa H IB beserta dua anaknya, Ar dan Ir, warga Desa Keudee Seumot, Ulee Jalan, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya.

Mereka diperiksa terkait kasus perampasan tongkat khatib dan upaya penggagalan azan pertama saat hendak berlangsungnya salat Jumat di Masjid Baitul Qudus wilayah itu, Jumat (17/5/2013) lalu.

Polisi juga memanggil imam masjid tersebut, Tgk H Ramli Adam, muazin (bilal) Tgk Ali Hasyimi, dan ketua remaja masjid Tgk Edi, untuk dimintai keterangan.

Upaya Penggagalan Adzan Jum’at Pertama

Tiga orang  jamaah shalat Jumat yang terdiri seorang ayah bersama dua anaknya diatas mengamuk di Masjid Baitul Qudus. Mereka sempat menggagalkan kumandang azan pertama dan kemudian merampas tongkat khatib saat berkhutbah.

Ketenangan di dalam masjid mendadak ricuh ketika muazin (bilal) bernama Tgk Ali Hasyimi mengumandangkan azan pertama. Tiba-tiba seorang jamaah berinisial H IB bangun dan merebut mikrofon yang digunakan Tgk Ali Hasyimi. Aksi menghentikan azan itu dibantu oleh dua Ar dan Ir yang tak lain adalah putra dari H IB. Pakaian yang dikenakan Tgk Ali Hasyimi putus kancingnya akibat serangan mendadak itu. Untungnya, sejumlah jamaah lain cepat melerai sehingga tak sempat terjadi baku hantam.

Tgk Ali Hasyimi berusaha melanjutkan kumandang azan yang terputus. Namun, lagi-lagi satu keluarga ini mengamuk dan marah-marah serta menarik korban sambil mengeluarkan kata-kata yang tak enak didengar oleh jamaah lainnya. Akhirnya, kumandang azan terpaksa dihentikan.

 Rampas tongkat khatib

Setelah suasana terkendali, panitia mengumumkan tatalaksana ibadah shalat Jumat hari itu dengan mempersilakan khatib Tgk Saleh Ali G untuk menyampaikan khutbah.

Ternyata, ketika khatib memulai khutbah, lagi-lagi H IB bersama kedua anaknya mengamuk. Mereka merampas tongkat yang ada di tangan khatib. H IB beralasan, penggunaan tongkat oleh khatib tak pernah dilakukan di masjid itu.

Panitia dan imam masjid berusaha menjelaskan bahwa penggunaan tongkat oleh khatib merupakan aturan baru karena mimbar yang selama ini digunakan sudah rusak dan diganti dengan mimbar yang baru sehingga khatib harus menggunakan tongkat. Namun penjelasan itu tak ditanggapi H IB dan tetap tidak setuju penggunaan tongkat oleh khatib. Suasana di dalam masjid semakin gaduh.

Akhirnya, dengan pertimbangan agar suasana tidak semakin memanas, khatib melanjutkan khutbah tanpa tongkat karena tongkat tersebut sudah diamankan H IB dan anak-anaknya. Shalat Jumat akhirnya berjalan lancar.

H IB yang berupaya dihubungi Serambi untuk dimintai penjelasannya terkait kejadian di Masjid Baitul Qudus (pelarangan azan pertama dan perampasan tongkat khatib) belum berhasil meski sudah berupaya dihubungi ke nomor ponselnya, tadi malam. Ketika dihubungi Serambi sekitar pukul 21.37 WIB dan 21.39 WIB, panggilan masuk tak diangkat. SMS yang dikirim juga tak dibalas.(edi/acehtribun/tribunnews)


SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.

0 komentar: