Rabu, 22 Mei 2013

Pendidikan Agama Islam Bukan untuk Mencetak Teroris

BANDUNG - Pendidikan Agama Islam (PAI) menegaskan pendidikan yang diberikan kepada para siswa bukan untuk membentuk siswa-siswa yang berpikiran sempit apalagi menjurut ke terorisme. Selama ini ada kesan untuk menghubungkan antara PAI dengan aksi terorisme seperti pada kasus organisasi rohani islam (Rohis).

"Rohis itu berada di bawah pembinaan guru-guru PAI meskipun sebagian rohis belum dibina guru PAI," kata ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI) Jabar. Endang Zainul Muttaqin, saat bersilaturahmi ke Redaksi "PR" yang diterima Pemimpin Redaksi "PR" H. Budhiana Kartawijaya dan Redaktur Pendidikan Ida Farida, Selasa (21/5/13).

AGPAI sebagai upaya meluruskan informasi yang kurang benar berkaitan dengan aksi terorisme yang dikaitkan dengan Islam. "Merupakan suatu kesalahan besar apabila menghubung-hubungkan aksi kekerasan apalagi terorisme dengan ajaran Islam, Apalagi dihubungkan dengan rohis dan PAI," katanya.

Menurut Endang, PAI sebagai upaya untuk lebih memantapkan tujuan pendidikan nasional yakni membentuk anak-anak didik yang berkarakter. "PAI amat strategis untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional itu sendiri bukan malah dituduh menghasilkan sikap kekerasan pada siswa," katanya.

Endang mengatakan, bisa saja pengaruh pemikiran menyimpang di kalangan siswa dari pergaulan di luar sekolah. "Namun tugas guru khususnya PAI untuk mencegah lahirnya embrio-embrio pemikiran yang menjurus aksi terorisme," ucapnya. (A-71/A_88)***

Sumber: pikiran-rakyat.com

SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.

0 komentar: