Jumat, 26 Juli 2013

Al Azhar Tanggapi Pencatutan Ulama Al Azhar oleh Organisasi "Front Ulama Al-Azhar"

KAIRO - Kondisi politik Mesir yang tidak stabil sering melahirkan desas-desus di sana sini demi kepentingan politik. Al-Azhar yang merupakan instansi ilmiah non-politik pun selalu kena imbasnya. Santer diberitakan bahwa Front Ulama Al-Azhar menentang apa yang sebagian kalangan sebut sebagai kudeta militer di Mesir. Menanggapi pencatutan nama ulama Al-Azhar demi kepentingan politik, Al-Azhar secara resmi mengeluarkan pernyataan untuk menolak hal itu.
 
Sekretariat Jenderal Dewan Riset Islam Al-Azhar mengeluarkan pernyataan bahwa tidak ada organisasi swasta yang bernama ‘Front Ulama Al-Azhar / Jabhah Ulama Al Azhar

Dalam pernyataan tersebut dijelaskan bahwa Front Ulama Al-Azhar berdiri pada tahun 1946 M, sebagai organisasi swasta. Organisasi ini diresmikan oleh Kementerian Sosial. Dalam undang-undang dasarnya, tujuan didirikannya adalah untuk memuliakan Islam dan kaum muslimin, serta Al-Azhar dan Azhariyyin (orang-orang Al-Azhar—red). Awalnya, organisasi ini bekerja dengan benar, hingga akhirnya menyimpang dari tujuan semula. Ia mulai merendahkan para ulama Al-Azhar yang menjadi simbol kebesaran Al-Azhar, dan melakukan pelanggaran lainnya.

Berdasarkan hal itu, organisasi ini dibubarkan dengan keputusan Gubernur Kairo nomor 381, tahun 1998 M. Keputusan tersebut disahkan oleh Mahkamah Agung, dan keputusan hukum tersebut tidak dapat diganggu-gugat lagi. (ahram/sm/mosleminfo)

’. Orang-orang yang mengklaim keberadaan organisasi tersebut, sama sekali tidak mewakili Al-Azhar. Al-Azhar yang merupakan instansi Islam terbesar di dunia secara resmi hanya dipresentasikan oleh Grand Shaikh Al-Azhar dan instansi-instansi resmi Al-Azhar, utamanya Dewan Ulama Senior.


SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.

0 komentar: