Jumat, 26 Juli 2013

Imam Al Bujairami : Suara Perempuan Tidak Termasuk Aurat

Menurut pendapat ulama yang paling shahih bahwa suara wanita tidak tergolong aurat, namun bila dikhawatirkan terjadi fitnah atau menimbulkan rasa nikmat saat mendengarkannya maka mendengarkan suaranya menjadi haram. Imam Al Bujairami didalam Hasyiyahnya (X/70) mengatakan :

وَصَوْتُهَا لَيْسَ بِعَوْرَةٍ عَلَى الْأَصَحِّ لَكِنْ يَحْرُمُ الْإِصْغَاءُ إلَيْهِ عِنْدَ خَوْفِ الْفِتْنَةِ
“Dan suara wanita menurut pendapat yang paling shahih (benar) tidak termasuk aurat tetapi haram mendengarkannya dengan seksama bila dikhawatirkan terjadi fitnah”

Demikian juga dengan Syaikh Al Bakri Syatha Ad-Dimyathi didalam kitab I'anatuth Thalibin, ia berkata:

قوله وليس من العورة الصوت ) أي صوت المرأة ومثله صوت الأمرد فيحل سماعه ما لم تخش فتنة أو يلتذ به وإلا حرم ( قوله فلا يحرم سماعه ) أي الصوت
(Keterangan ‘Tidak masuk bagian aurat adalah suara wanita") seperti halnya suara Amrod (pemuda tampan tanpa jenggot) maka halal mendengarkannya selama tidak menimbulkan fitnah dan tidak merasa nikmat dengan suara tersebut. Namun bila mengakibatkan dua hal diatas maka hukum mendengarkan suara wanita tersebut adalah haram.

Oleh Ustadz Masaji Antoro (PK)

SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.

0 komentar: