Senin, 29 Juli 2013

Pangeran Saudi Membelot dari Keluarga Kerajaan al-Saud

ARAB SAUDI - Pangeran Khalid bin Farhan Al-Saud mengumumkan pembelotannya dari keluarga kerajaan al-Saud melalui pernyataan resmi dan menyerukan kepada pangeran lainnya memecah keheningan mereka dan mengungkapkan kebenaran demi Allah.

Pangeran Saudi itu menjelaskan penderitaannya di bawah pemerintahan rezim al-Saud dan menggambarkannya sebagai pengalaman pahit yang diungkapkan dalam twitter bersama penulis Mujtahid serta pembangkang Arab Saad al-Faqih, yang saat ini tinggal di London.

Dikatakannya, dia bersyukur kepada Allah Swt yang membantunya memahami kebenaran mengenai rezim Saudi melalui pengalaman pribadi yang mengerikan, sehingga ia masih bisa memiliki rasa seperti yang orang lain derita di seluruh negeri, sejak masa kecilnya.

"Dengan bangga, saya mengumumkan pembelotan saya dari keluarga al-Saud di Arab Saudi," tulisnya dalam pernyataan.

"Rezim di Arab Saudi ini sudah tidak berdiri dengan aturan Allah atau bahkan aturan negara mapan. Dan semua kebijakan, keputusan, dan tindakan semata-mata dan benar-benar didasarkan pada kehendak pribadi pemimpinnya."

"Semua yang dikatakan di Arab Saudi tentang penghormatan hukum dan aturan agama hanya tiruan, dan mereka bisa berbohong dan berpura-pura bahwa rezim mematuhi aturan Islam."

Dia lebih jauh mengkritik keluarga kerajaan yang menganggap negara sebagai milik pribadi sendiri sambil membungkam semua suara dari dalam dan luar pemerintah yang menyerukan perubahan dan reformasi.

Khalid Bin Farhan juga mengatakan keluarga yang berkuasa sengaja menarik negara dengan kondisi saat ini di mana teriakan orang tertindas diabaikan.

"Mereka tidak berpikir mengenai apa pun kecuali keuntungan pribadi mereka dan tidak pernah peduli kepada negara dan kepentingan rakyat atau bahkan keamanan nasional," tambahnya.

Dia memperingatkan masalah yang menimpa saat ini di Arab Saudi bukan perkara dan hal yang sementara atau dangkal, dan masalah-masalah itu tidak akan berakhir hanya pada pengangguran, upah yang rendah, distribusi kekayaan umum, fasilitas, jasa dan lain-lain

"Masalah-masalah yang ada sangat mendalam dan nyata," katanya, "Masalah-msalah tersebut mengenai korupsi politik dan keuangan serta penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi dalam sistem parlemen dan peradilan.

Pangeran Saudi itu menjelaskan, segala sesuatu yang dikatakan oleh oposisi pro-reformasi mengenai politik, ekonomi, peradilan negara, sosial dan kondisi keamanan serta penyalahgunaan mereka atas nilai-nilai agama adalah benar, dan "situasinya bahkan lebih buruk dari apa yang dikatakan dalam kritik tersebut".

Dia akhirnya meminta semua orang yang masih peduli untuk masa depan negara segera bergabung dengannya dan aliran reformasi dan memecah keheningan pada korupsi yang merajalela di kerajaan al-Saud.[IT/Onh/Ass]

SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.

1 komentar:

  1. dia membelot karena sudah tak tahan dg sikap raja abdullah dan pemerintahan nya yang selalu bersikap diam dg krisis2 timur tengah,,, seperti suriah dan sekarang mesir,,,, si raja bahlul itu malah menjadi orang pertama yg mngucapkan selamat atas kudeta mesir
    madinatulFITNAH bukan madinatuliman krn tak ada orang muslim yg memfitnah saudaranya dg sebutan terorist
    d mesir adalah demo damai,, bahkan terdamai sedunia,, apa itu yg d bilang terorist,,, sy curiga ini adalah corong syiah,, krn cm syiah dan yahudi yg senang dg kudeta mesir

    BalasHapus