Sabtu, 20 Juli 2013

Pemerintah Mesir Peringatkan Militer Gadungan Berkeliaran

KAIRO - Pasca demonstrasi rakyat Mesir pada tanggal 30 Juni kemarin berhasil melengserkan Presiden Morsi, kondisi di Mesir belum juga stabil. Demonstran pro Morsi masih memenuhi beberapa ruas jalan, utamanya di perempatan Rabeah el-Adaweyah. Mereka menyatakan akan terus menyuarakan penentangannya terhadap militer yang mereka anggap sebagai pihak yang paling bertanggungjawab dalam pelengseran Morsi.

Di tengah kondisi yang tidak stabil ini, banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran hukum yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Beberapa waktu lalu, di pelabuhan ‘Ain Sukhnah di Suez, pihak keamanan telah berhasil mengungkap sindikat gelap yang mengimpor sejumlah baju militer yang persis dengan baju militer yang dikenakan oleh pihak keamanan di Mabes Garda Republik Mesir.

Berkenaan dengan semakin maraknya baju-baju militer palsu yang didatangkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, pihak Kementerian Dalam Negeri Mesir mengeluarkan peringat atas hal itu kepada seluruh rakyat Mesir, sebagaimana dilansir oleh Pusat Informasi Kementerian Dalam Negeri dalam akun facebooknya.

“Militer Mesir memperingatkan seluruh rakyat Mesir agar berhati-hati jika didekati oleh sekelompok orang yang memakai seragam militer. Sebaiknya ditanya terlebih dahulu indentitas mereka sebelum berinteraksi dengan mereka,” demikian petikan dari surat peringatan yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri.
Di akhir peringatan tersebut tertulis, “Militer juga memperingatkan agar warga sipil tidak mengenakan seragam militer untuk tujuan yang tindak dibenarkan.” (elakhbar,aymnaa/imm/mosleminfo/islambalikpapan)

SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.

0 komentar: