Kamis, 25 Juli 2013

Sejak tahun 2003, Arab Saudi Telah Pecat Sebanyak 3.500 Imam Radikal

RIYADL - Sebuah laporan Pemerintah Amerika Serikat memuat fakta Pemerintah Arab Saudi "memecat" 3.500 ulama yang dianggap radikal sejak 2003. Demikian laporan harian Saudi, Al-Hayat, Minggu (21/7/2013).

Laporan yang rangkumannya dirilis pada Mei lalu itu, mengatakan, larangan tersebut dilakukan Pemerintah Saudi sebagai bagian program untuk mengurangi gerakan ekstremisme Islam.

"Di bawah program yang mengawasi semua ulama yang digaji  Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Tuntutan Agama (MOIA), Arab Saudi telah memecat 3.500 imam sejak 2003," kata laporan itu.

"Dalam upaya untuk mengurangi ekstremisme dan penerbitan fatwa 'absurd', Raja Abdullah bin Abdul Aziz pada 2010 menerbitkan dekrit bahwa hanya anggota Dewan Ulama Senior dan mereka yang mendapat izin raja dapat mengeluarkan fatwa. Dekrit ini masih berlaku," lanjut laporan itu.

Seorang pejabat Kementerian MOIA, Taufik al-Sdiri, kepada harian Al-Hayat mengatakan, para imam itu dipecat tak hanya karena keyakinan ekstrem mereka, tetapi juga karena kerap melanggar aturan administrasi.

Sdiri menambahkan, buruknya kemampuan membaca dan menghafalkan Al Quran, serta sejumlah kesalahan praktis terkait pemikiran keislaman yang salah adalah penyebab lain pemecatan para imam itu.

"Kementerian mencapai putusan pemecatan para imam itu setelah semua langkah dilalui," kata Sdiri.

Sdiri mengatakan, kementerian selama ini memercayai para imam yang ditunjuk karena mereka dipilih berdasarkan kompetensi dan pendidikan mereka.

Laporan itu menambahkan, Pemerintah Saudi juga memantau situs-situs dan berbagai forum internet kelompok ekstremis.

Selain itu, Kementerian MOIA juga mengawasi materi pelatihan yang digunakan dalam pendidikan keagamaan untuk mencegah doktrin ideologi ektremis kepada anak-anak muda.

Sumber: Kompas

SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.

0 komentar: