Senin, 22 Juli 2013

Syaikh Nawawi Al Bantani: Boleh Shalat Isya' dibelakang Sholat Tarawih

Dibulan Ramadlan, terkadang ada seseorang yang datang ke masjid atau mushalla untuk ikut tarawih namun belum melaksanakan shalat Isya' sedangkan shalat tarawih sudah dimulai. Apakah boleh shalat Isya' bermakmum pada shalat tarawih ?. Syaikh Nawawi Al Bantani (Sayyid Ulama Hijaz) didalam kitabnya Nihayatuz Zain mengatakan :

وَتجوز صَلَاة الْعشَاء خلف من يُصَلِّي التَّرَاوِيح فَإِذا سلم الإِمَام من الرَّكْعَتَيْنِ قَامَ الْمَأْمُوم إِلَى بَاقِي صلَاته وأتمها مُنْفَردا وَيصِح الِاقْتِدَاء فِي الْفَرْض خلف صَلَاة الْعِيد أَو الاسْتِسْقَاء وَإِذا أَتَى الإِمَام بتكبيرات الْعِيد ندب للْمَأْمُوم أَن لَا يُتَابِعه فِيهَا فَإِن تَابعه فِيهَا لَا يضر
Dan boleh sholat 'isya' di belakang orang yang sholat tarowih (bermakmum pada orang yang shalat tarawih, penj) , maka jika imam salam dari dua roka'at maka makmum terus berdiri menyelesaikan sholatnya sampai selesai dan menyempurnakannya sendiri , dan sah makmum sholat fardlu dibelakang sholat 'id atau sholat istisqo' , dan jika ia membaca takbir sholat 'id bagi makmum disunatkan tidak ikut takbir , jika ikut takbir maka tidak berbahaya (tidak membatalkan sholatnya)
(Nihayah az-Zain Syaikh Nawawi at-Tanariy al-Bantaniy al-Jawiy)

SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.

0 komentar: