Rabu, 07 Agustus 2013

Al-Azhar Tolak Permintaan Cabut Keanggotaan Al-Qardhawi

KAIRO - Kondisi perpolitikan Mesir yang semakin tidak stabil mengundang perselisihan di kalangan para ulama. Rezim Ikhwanul Muslimin (IM) yang sempat berkuasa di Mesir selama kurang lebih satu tahun tumbang pasca puluhan juta rakyat Mesir tumpah ruah di jalanan menuntut pelengseran Muhammad Morsi dari kursi kepresidenan. Hingga saat ini massa pro IM masih tetap memadati perempatan Rabeah el-Adaweah untuk menuntut kekuasaan di kembalikan lagi ke tangan Morsi.

Al-Azhar sebagai institusi Islam terbesar dan tertua di Mesir senantiasa menjadi penengah dalam ‘perang’ politik antara kubu IM dan oposisinya. Sikap moderat yang selama ini ditunjukkan oleh Al-Azhar yang dipresentasikan oleh Grand Shaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Thayeb, senantiasa mendapatkan serangan keras dari para pendukung fanatik IM. Dr. Yusuf Al-Qardhawi salah seorang ulama pendukung IM yang paling lantang bersuara membela IM, sering menghina dan merendahkan Grand Shaikh Al-Azhar. Berbagai fatwa politiknya dinilai kerap memojokkan para ulama Al-Azhar yang mengambil sikap politik berbeda dengan gerakan IM.

Akibat kritikan-kritikan pedas yang dilontarkan Al-Qardhawi kepada Al-Azhar, sejumlah ulama Al-Azhar mengajukan permintaan kepada Grand Shaikh sebagai pimpinan Dewan Ulama Senior, agar mengadakan rapat darurat guna membahas sikap Al-Qardhawi dan mempertimbangkan pencabutan keanggotaannya dari Dewan Ulama Senior. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh Grand Shaikh Al-Azhar. (youm7/onazhar/aam/mosleminfo).


SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.

0 komentar: