Senin, 25 Agustus 2014

Cak Imin Tegaskan PKB Terdepan Tangkal Gerakan Radikal

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendapat mandat dari para kiai dan tokoh muda pesantren agar memasukan bahasan mengenai pencegahan paham radikal ke dalam Muktamar PKB 2014 yang digelar 30 Agustus hingga 1 September mendatang.

Rekomendasi ini langsung disambut dengan tangan terbuka oleh Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau yang sering disapa Cak Imin.

"Warga PKB, NU dan kalangan pesantren jelas tidak sepakat atas gerakan radikal yang melakukan kekerasan atas nama Islam, jadi itu menjadi perhatian khusus kami," jelas Cak Imin usai menutup acara Bahtsul Masail Kebangsaan dalam Perspektif Para Muda Pesantren di Surabaya, Sabtu (23/8) malam sebagaimana keterangan tertulis yangditerima redaksi (Minggu, 24/8).

Ditegaskan Cak Imin bahwa kader PKB, NU serta kalangan pesantren akan serius menangkal semua faham yang tidak sesuai dengan ideologi negara, dan mengancam keutuhan NKRI.

"Para kiai pesantren dan warga NU sudah bergerak memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bahaya kepentingan politik yang dibungkus agama itu," terangnya.

PKB secara resmi juga menerima rekomendasi forum diskusi tokoh muda pesantren Jawa Timur agar bisa mengintervensi pemerintah supaya bersikap lebih tegas terhadap setiap jenis gerakan radikal yang mengancam NKRI. Lantaran para pengikut gerakan semacam ini menganggap dakwah harus dilakukan secara radikal, konsep negara Islam, seruan jihad, serta pembangkangan terhadap ideologi pancasila, dan melanggar syariat agama Islam.

"Cara tersebut berbeda jauh dengan konsep Islam rahmatan lil 'alamin yang menjadi tema besar Muktamar PKB serta dalam naungan prinsip ahlussunah wal jamaah," tegas Cak Imin.

Agar pesannya tersampaikan, Cak Imin meminta para partisipan Muktamar PKB di Empire Palace Jalan Pasar Blauran, Surabaya, menangkap pesan tersebut. Supaya usai muktamar, pihak-pihak yang berkepentingan cepat mengaplikasikan rekomendasi untuk menangkal deradikalisasi di NKRI.

Bahtsul Masail Kebangsaan PKB semalam dihadiri para kiai muda dari 60 pesantren di Jawa Timur. Salah satu pesertanya dari Ponpes Darul Ulum, Selo Tumpuk, Kabupaten Blitar, KH Muhammad Ali Romzi atau yang akrab disapa Gus Ali Romzi, M Shodif (Gus Shodif) dari Ponpes Al Falah Malang, Gus Hazani Zubair (Ponpes Nurul Chilil, Bangkalan) Gus Toif (Ponpes Al Falah, Ploso, Jombang), Gus Ahmad Athoillah (Ponpes Denanyar, Jombang), Gus Aizzudin (Ponpes Tebuireng, Jombang), Gus Faiz (Ponpes Nurul Jadid, Probolinggo) serta sejumlah kiai-kiai muda yang lain. [ian/RMOL]

SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.

0 komentar: