Sabtu, 23 Agustus 2014

Masitah, Ahmadiyah, Saksi Yehovah dan Syiah adalah 4 Aliran Sesat yang Beredar di Balikpapan

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Balikpapan menemukan empat aliran sesat yang beredar di Balikpapan. Keempat aliran tersebut bernama aliran Masitah, Ahmadiyah, Saksi Yehovah (aliran simpalan dari agama Nasrani, Red) dan aliran Syiah.
Hal tersebut diungkapkan Ketua FKUB Balikpapan Abdul Muis Abdullah. Dia mengatakan, ke empat aliran tersebut dinyatakan sesat karena praktik beribadah dari masing-masing aliran tersebut tidak lazim dilakukan oleh pemeluk agama yang diakui di Indonesia. Namun, kegiatan mereka tidak sampai meresahkan masyarakat Balikpapan dalam melaksanakan aktifiatasnya.

Misalnya aliran Masitah, di mana aliran ini berasal dari seorang nenek yang mengaku Islam tapi membolehkan meninggalkan salat lima waktu yang penting ingat kepada Allah sudah dianggap cukup. Pengikut aliran ini hanya bejumlah belasan orang namun sudah tidak ada lagi di Balikpapan. Dulunya, aliran ini bermarkas di belakang Gedung DPRD Balikpapan.

“Alhamdulillah aliran Masitah ini sekarang sudah tidak ada lagi di Balikpapan , wallahu a’lam Allah sendiri yang menghapusnya, pengikutnya juga bubaran, tapi aliran ini masih beredar di Tenggarong Kaltim,” ujarnya kepada Balikpapan Pos, Rabu (19/2) kemarin.

Begitu junga dengan aliran Syiah, FKUB Balikpapan juga menilai sesat terhadap aliran ini. Pasalnya, aliran tersebut kata Muis, menganggap sahabat Nabi Muhammad SAW yakni Abu Bakar, Umar dan Usman merupakan penghianat agama Islam.

Padahal, ketiga pemimpin Islam itu, beber Muis, merupakan khalifah (pemimpin) pertama agama Islam, yang dipercaya oleh umat Islam sebagai penerus kepemimpinan Nabi Muhammad SAW setelah ia wafat. Pengikut aliran Syiah sekitar puluhan orang bermarkas di sebuah masjid di Jl MT Haryono Balikpapan.

“Aliran Syiah ini berlebihan mengagungkan terhadap Ali. Kalau dalam lafadz Laila haillallah Muhammadurrasulullah di tambah Wa Aliyullah. Menambahi lafadz boleh saja tapi jangan sampai berlebihan,” ucap Muis, yang juga Ketua Bidang Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Balikpapan.

Masih dengan aliran sesat, ada juga aliran sesat yang juga masih berjalan di Balikpapan hingga sekarang. Aliran itu adalah aliran Saksi Yehovah. Aliran ini merupakan sempalan dari agama Nasrani namun umat Nasrani sendiri tidak mengakuinya, karena aliran itu tidak menghormati terhadap lambang kebangsaan Indonesia termasuk tidak menghormati terhadap bendera merah putih. Jumlah pengikut aliran ini sebanyak 280 terdiri dari Penatua sebanyak 15 orang dan Hamba Pelayan sebanyak 15 orang. Adapun markas aliran ini berada di sebuah ruko Jl MT Haryono dan Jl Sarifuddin Yoes.

“Tapi pada saat pemerintahan Gusdur ajaran sempalan dari Nasrani ini diakui dan masuk di bawah pembinaan Kementerian Agama dalam hal ini Dirjen Bimas Kristen Kementrian Agama Kristen,” katanya.

Sementara Sekretaris MUI Balikpapan, Muhammad Jailani mengakui adanya aliran sesat di Balikpapan. Dalam hal ini, MUI bersama Polda Kaltim masih melakukan penelitian di titik-titik aliran yang disinyalir sesat tapi pihaknya tidak bisa meninjaklanjuti secara khusus karena aliran tersebut hanya sekedar informasi masyarakat.

“Saat ini MUI bersama Polda Kaltim masih dalam penelitian. Belum ditindaklanjuti karena masih belum ada keresahan dari masyarakat, sifatnya masih infromasi saja,” katanya.

Jailani menjelaskan, apabila ke empat aliran tersebut menimbukan keresahan serta didukung dengan adanya pengaduan dari masyarakat, maka masing-masing pimpinan aliran tersebut akan dipanggil untuk diberikan arahan.

“Kalau aliran itu menimbulkan keresahan kemudian ada pengaduan dari masyarakat maka tahapan-tahapan penelitian akan kita lanjuti bahkan yang bersangkutan akan kami panggil,” tegasnya. Ia mendapatkan informasi bahwa aliran itu merupakan faham dari guru serta sifatnya amalan yang tidak lazim dilakukan oleh umat Islam secara umum.

“Seharusnya ini sudah dilakukan pencegahan oleh MUI tapi saat ini kami masih mengumpulkan bukti-bukti dari masyarakat. Memang informasi aliran sesat ini kami terima dari Polda Kaltim cuman dampak keresahan terhadap masyarakat belum ada,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Balikpapan Adi Kadir SH saat dikonfirmasi Balikpapan Pos mengatakan, belum mengeahui adanya infomrmasi yang disampaikan oleh Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Kaltim Raharjo Budi Kismanto SH bahwa saat ini ada aliran sesat yang berkembang di beberapa kota, termasuk Balikpapan. Informasi tersebut disampaikan dalam acara rapat koordinasi (Rakor) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Kaltim dan se-Kaltara, di Aula Pemkot Balikpapan, Selasa (18/2).

“Kami belum tahu informasi itu. Karena itulah, kami belum bisa bergerak,” ujar Adi Kadir saat ditemui di Kejari Balikpapan, siang kemarin. Untuk diketahui, Kejari Balikpapan dalam hal ini Kasi Intel, merupakan Ketua Badan Pengawas Agama dan Kepercayaan Masyarakat (Pakem) yang beranggotakan Pemerintahan Daerah, Kodim, Polres, Departemen Agama, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, MUI dan FKUB.

Kasus mengenai penyimpangan agama ataupun biasa disebut penodaan agama di Indonesia sendiri banyak terjadi. Contoh-contoh penyimpangan atau penodaan agama tersebut antara lain Komunitas Eden, di mana sang pemimpin Lia Eden mengaku sebagai Jibril sekaligus Imam Mahdi. Ajaran ini diprotes oleh masyarakat luas, dan kemudian oleh Majelis Ulama Indonesia, ajaran tersebut dinyatakan sebagai ajaran sesat, selanjutnya Lia Eden juga telah divonis dua tahun penjara dengan tuduhan penodaan atas agama.

Ada juga kasus yang terdapat di Jawa Timur, dalam kasus ini Ardhi Husein pimpinan Yayasan Kanker Dan Narkoba Cahaya Alam (YKNCA) dijatuhi hukuman penjara 5 tahun dengan tuduhan melakukan penodaan agama terkait dengan kontroversi isi buku Menembus Gelap Menuju Terang 2 yang ditulis Ardhi Husein dan dinilai sesat oleh MUI Kabupaten Probolinggo.

Pengaturan mengenai penodaan terhadap agama diatur dalam pasal 156a KUHP, yang berbunyi: “Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: (a) yang pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia; (b) dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apapun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang maha Esa.” (sp-5/ono)

Sumber Balikpapan Pos
http://kotabalikpapan.net/empat-aliran-sesat-beredar-di-masyarakat/

SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.

1 komentar:

  1. saya orang awam nih, pengen tau yang megang blog ini organisasi islamnya apa yah?
    dan manakah organisasi yang bagus buat saya, untuk saya ikuti? mohon jawabnnya

    BalasHapus