Kamis, 02 Oktober 2014

Murid Raudlatul Athfar se-Balikpapan Ikuti Manasik Haji di Asrama Haji Batakan

Prosesi ibadah haji tidak hanya dilakukan umat Islam berusia dewasa. Anak-anak usia Taman Kanak-kanak (TK) atau Raudhatul Atfal (RA) juga mulai menjalankan latihan (manasik) ibadah haji. Seperti yang dilakukan ribuan murid-murid RA se Balikpapan di Asrama Haji, Batakan, (1/10/2014).

Pelaksanaan haji cilik yang digelar Ikatan Guru Raudhatul Atfal (IGRA) Kota Balikpapan ini berlangsung meriah, namun tetap mengikuti aturan dan rukun ibadah haji seperti hal di Tanah Suci Makkah. Tingkah polah anak-anak yang lucu membuat suasana manasik haji menjadi lebih semarak.

Menurut Ketua Ikatan Guru Raudhatul Atfal (IGRA) Kota Balikpapan Hatifah, kegiatan manasik haji sengaja dilasnakan di Asrama Haji Batakan agar anak-anak merasakan suasana seperti di tanah suci. Di lokasi tersebut tersedia fasilitas lengkap untuk manasik haji. Mulai halaman yang luas, miniatur ka’bah, padang Arafah dan tempat jumroh.

“Kami ingin membawa anak-anak dalam suasana menjalankan ibadah haji,” ujarnya. Asrama Haji Batakan selama ini digunakan untuk tempat singgah para jamaah haji asal Kaltim, Kaltara, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara sebelum diterbangkan ke Tanah Suci Makkah.

Hatifah mengatakan, pelaksanaan manasik haji yang digelar IGRA Balikpapan tahun ini lebih meriah dibanding tahun sebelumnya, Peserta cukup banyak, yakni mencapai 1.500 anak lebih atau lebih banyak dibanding tahun lalu. Sebagian besar peserta merupakan murid RA dari 31 RA se Balikpapan. Sejumlah PAUD dan TK umum juga turut serta dalam kegiatan manasik haji kecil ini.

Sebagaimana layaknya menjalankan ibadah haji, semua peserta mengenakan pakaian (ihram) serba putih seperti yang digunakan para jamaah calon haji.

Prosesi manasik haji diawali dengan upacara pelepasan jamaah haji, dilanjutkan kegiatan pertama, jamaah melakukan wukuf di Padang Arafah. Setelah itu melaksanakan tawaf atau keliling ka’bah sebanyak 7 kali, dilanjutkan shalat di Makam Nabi Ibrahim.

Kemudian, sa’i atau berlari kecil antara Shofa dan Marwa. Rangkaian haji selanjutnya melontar jumroh dimulai dari Ula, Wustho, dan Aqabah. Prosesi manasik haji kecil diakhirnya dengan tahalul (potong rambut) dan minum air zamzam.

Hatifah menambahkan, manasik haji ini bertujuan menambah pengetahuan anak-anak tentang prosesi ibadah haji. Diharapkan kelak bisa menjadi bekal mereka jika nantinya mampu menunaikan ibadah haji. (son/TribunKaltim)

SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.

0 komentar: