Minggu, 24 Mei 2015

Isu Mesum di Masjid Agung At-Taqwa, Ketua Masjid: Tidak Ditemukan Indikasi Itu

Warga di RT 24 Klandasan Ulu Balikpapan Kota mendadak dibikin heboh dengan sosok seorang perempuan di lantai III Masjid Agung At Taqwa. Bahkan rumor yang beredar sang wanita sempat berbuat asusila dengan salah seorang petugas keamanan di masjid tersebut, Sabtu (16/5) malam.

"Ada petugas keamanan yang kami temui bersama wanita lalu diamankan petugas Satpol PP. Jadi wanita yang mengaku berusia 26 tahun ini, sudah tiga malam di masjid, sejak tanggal 14 hingga 16 Mei tidur di lantai 3 masjid bersama salah seorang sekuriti berinisal UD,” ujar ketua RT 24 Zamzam yang biasa disapa Nanang.

Awalnya dirinya memang sudah curiga kepada wanita ini. Apalagi beberapa jamaah penasaran hingga mencari tahu seluk beluk tentang wanita tersebut.

“Katanya dia, kalau main (berhubungan badan, Red), harus bayar Rp 150 ribu sekali main, nah jelas wanita ini bukan wanita baik-baik,” terang Nanang.
Akhirnya pada Sabtu (16/5) sekira pukul 21.00 Wita dilakukan pengamanan. “Saya yang mendengar hal ini langsung menghubungi babinsa dan juga kepolisian, namun karena tidak direspon, lalu saya ke kantor Satpol PP untuk meminta bantuan saat itu,” terang Zamzam.
Menurutnya, memang ada warga yang ingin melakukan tindakan main hakim sendiri, tetapi berhasil dicegah hingga akhirnya wanita dan sekuriti dibawa.

“Tentunya ini tanggung jawab pengurus masjid, jangan sampai terjadi lagi. Bisa bahaya kalau hal ini terjadi lagi kedepannya,” sambung pria yang sudah tinggal di sekitar lingkungan masjid hampir 40 tahun ini.
Setelah kejadian tersebut, sekuriti berinisial UD diberhentikan pengurus masjid.

“Kami berharap pengurus sementara masjid benar-benar menjaga marwah (kemuliaan, Red) masjid sebagai tempat ibadah yang benar-benar bersih dari segala tindakan tidak terpuji,” harapnya.
Sementara itu dihubungi terpisah, Pjs Ketua Masjid Agung At Taqwa, H Solahudin Siregar membenarkan pemberhentian petugas keamanan ini.

"Memang sudah kami berhentikan," ujar H Solahudin Siregar kembali.
Diceritakannya bahwa perempuan tersebut memang beberapa kali ditegur petugas keamanan agar keluar dari area masjid, karena memang tidak diperkenankan untuk tidur di dalam area tersebut.
Tetapi menurut keterangan UD, kepada Solahudin, bahwa dirinya tidak melakukan perbuatan tidak senonoh, hanya mengantarkan wanita itu ke lantai III saja.

Sementara Kasi Ops Satuan Polisi Pamong Praja, Subardiyono yang dikonfirmasi mengenai hal ini, tidak menemukan adanya indikasi mesum tersebut, karena saat dilakukan upaya penjemputan ke tempat kejadian, posisinya sudah berada di luar pagar area masjid.
“Saat ada laporan warga anggota kami meluncur ketempat kejadian, namun indikasi mesumnya belum bisa kami pastikan,” terang Subardiyono.

Dihadapan petugas Satpol PP, wanita tersebut mengelak melakukan perbuatan mesum dengan keamanan masjid. Awal di masjid, keterangan yang wanita yang akrab disapa Linda itu datang pada siang hari dengan membawa sebuah tas berisi pakaian.
“Dia tidur di tangga masjid, kemudian ditegur oleh pihak security katanya habis diusir orang tuanya dan kepengen tidur di masjid karena masjid-nya bagus, dan kemudian disuruh tidur di sebuah kamar yang terletak di lantai III masjid agar tidak mengganggu orang ibadah,” katanya.
Subardiyono menambahkan, saat hendak dipulangkan kerumah orang tuanya, si wanita menolak karena takut pulang. “Saat ini wanita tersebut sementara kita tampung di KPM,” terang.
Balikpapan Pos menemui wanita tersebut di Panti Sosial KPM, yang letaknya tidak jauh dari Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan. “Saya juga Islam mas, masa iya mau mesum dan jual diri di masjid?,” katanya.
Dirinya juga menceritakan bahwa niatnya tidur di masjid hingga diminta meninggalkan masjid. Kisahnya ia baru saja keluar rumah yang berada di gunung Guntur menuju rumah salah satu mantan Walikota Balikpapan. Ditanyai hubungannya mantan Walikota tersebut, dia menjawab “Bapak itu biasanya aku panggil om, karena dulu waktu umur 16 tahun pernah ikut istrinya,” akunya.
Sedangkan alasannya keluar rumah karena merasa tidak betah, dengan larangan orang tuanya agar tidak keluar rumah. “Sempat pamitan minta uang Rp 10 ribu, tapi malah diusir. Gak usah pulang sekalian kata bapak tiriku,” ucap Linda menirukan.
Hingga saat ini, petugas masih kebingungan untuk mengembalikan Linda ke keluarganya, kemarin (rabu 21/5) petugas KPM sempat mengembalikan Linda kepada seseorang yang di akuinya sebagai kakak, namun ditolak karena takut berurusan Satpol PP.
“Rencananya pengen keluar dari sini, nunggu KTP-ku di dikembalikan sama satpol PP,” tutupnya.
Solahudin melanjutkan, kabar masjid dijadikan tempat mesum bisa saja digulirkan oleh orang tertentu. Diakuinya, nyaris tak ditemukan indikasi perbuatan tidak sopan yang dilakukan keduanya.
"Analisa saya tidak mungkin terjadi, dan ada rekayasa dari orang-orang yang tidak senang dengan saya. Kami saat ini sedang memperbaiki sistem di masjid ini, seperti keuangan dan lainnya yang sering bocor," ungkapnya.

"Saya ini baru tiga bulan ditunjuk Walikota menjadi pejabat sementara masjid At Taqwa untuk memberantas mafia-mafia yang ada disana, dan terbukti saat ini, dari awal saya masuk uang kas Rp 50 juta sekarang menjadi hampir Rp 250 juta," sambungnya. (bp-26/han/war/BALIKPAPANPOS)

SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.

0 komentar: